Ini Hujan
lebat nya menutup malam rintiknya dibantu angin menjadi badai kecil,
gemuruh suaranya
Meniup kencang
Jalan sepi dan
listrik mati
dingin menjelajah
Menyetubuhi diri,
Aku Sendiri
Tuhan, aku sendiri
Kamis, 23 April 2020
Rabu, 22 April 2020
Hilang
Ketika aku kira angin telah mati,,
Kau akan mendengar suaraku yang sering kali terasa kekal,
Namun terasa semakin datang nestapaku ..
Melihatmu dimenangkan oleh dia.
Kau akan mendengar suaraku yang sering kali terasa kekal,
Namun terasa semakin datang nestapaku ..
Melihatmu dimenangkan oleh dia.
Awan kelabu mengelilingi diriku ..
Dini hari semakin sepi, bersamaan dengan rintik hujan yang mulai jatuh.
Dini hari semakin sepi, bersamaan dengan rintik hujan yang mulai jatuh.
Datanglah hujan dan jangan berhenti ..
Agar sesalku terlampiaskan.
Agar sesalku terlampiaskan.
Kenangan tersimpan didalam perapian,
Arah tuju semakin menjauh,
Kayu yang lapuk isyaratkan,
Untuk melupakan.
Arah tuju semakin menjauh,
Kayu yang lapuk isyaratkan,
Untuk melupakan.
Aku mencoba tidak peduli ..
Tak ingin kubiarkan berdebu, karena rindu akan terus terpaku ..
Kunyalakan api agar membakar semuanya,,
Dan menjadikannya abu.
Tak ingin kubiarkan berdebu, karena rindu akan terus terpaku ..
Kunyalakan api agar membakar semuanya,,
Dan menjadikannya abu.
Selasa, 21 April 2020
Tarik
Fantasi waktu membuat alam kembali merayu
Meminang batin dari lamanya jeda rindu
Iklim terus menggiring nikmat para pecandu
Hanya rasa dan doa yang saling beradu
Meminang batin dari lamanya jeda rindu
Iklim terus menggiring nikmat para pecandu
Hanya rasa dan doa yang saling beradu
Titik terbaik yang aku temukan bersama terang
Adalah ketika pergimu, kembali pulang
Sebab rindu pun tak akan tertuang
Jika lembaian tak bisa didulang
Adalah ketika pergimu, kembali pulang
Sebab rindu pun tak akan tertuang
Jika lembaian tak bisa didulang
Detik ini aku sematkan doa-doa panjang
Menahan berkali-kali rindu yang menikam
Sesunyi ini aku tafsirkan kasih sayang
Menahan pamit dari pergi yang bosan
Menahan berkali-kali rindu yang menikam
Sesunyi ini aku tafsirkan kasih sayang
Menahan pamit dari pergi yang bosan
Hei perempuan pembunuh darah
Adakalah rasa tak bisa diterka
Maka kosongkan emosi dari cinta
Sebab bahagia bukan hanya asmara
Adakalah rasa tak bisa diterka
Maka kosongkan emosi dari cinta
Sebab bahagia bukan hanya asmara
Dan Sore telah menjelma alam
Aku menyambut kesendirian yang begitu cinta
Sesayup keindahan kata dan kalam
Terbisik rasa perjaka di puncak havana
Aku menyambut kesendirian yang begitu cinta
Sesayup keindahan kata dan kalam
Terbisik rasa perjaka di puncak havana
Aku memilih disini
Jika berjuang hanya merusak jalan cerita
Aku tetap seperti ini
Jika berubah hanya merawat airmata
Jika berjuang hanya merusak jalan cerita
Aku tetap seperti ini
Jika berubah hanya merawat airmata
Minggu, 19 April 2020
Hujan
Ini
adalah hari pertama langit menumpahkan kesedihannya
Setelah
sekian lama dan sekian banyak ambisi juga nafsu membakar hijaunya permadani
pertiwi
Serta
derasnya banjir air mata yang masiih belum mampu melunakkan kobaran kebencian
yang merajalela
Entah
sampai berapa lama ini akan terus terjadi
Sekali?
Dua
kali?
Ataukah
mungkin setiap waktu hingga benar-benar hilang rasa sakit di muka bumi ini
Jauh
sebelum semua ini terjadi,
Langit
seperti inilah yang di tunggu kedatangannya
Yang
selalu memberikan kebahagiaan serta kehidupan
Menebarkan
tawa dan juga kegembiraan di antara kerinduan
Namun
apalah daya, kini tiada lagi tawa yang benar-benar tawa
Semuanya
kelam di tutupi awan mendung yang menjelma menjadi pembuat janji ulung dan tak
pernah bisa menepati
Jadilah
kini, tak dapat tertebak lagi
Kegundahan
apa, senyuman apa tawa apa dan tangis apa yang di rasakan langit
Langitku
hanya mampu mengirim pesan dengan perantara Hujan
Menawar Surga
Tuhan
Engkau Maha sempurna
karenanya sejatinya kami ini adalah hampa
hampa tanpa ada sebagian ruh Mu
yang kau hembuskan sejak ajali dulu
karenanya sejatinya kami ini adalah hampa
hampa tanpa ada sebagian ruh Mu
yang kau hembuskan sejak ajali dulu
Tuhan
Engkau sumber segala cinta
karena sejatinya kami ini adalah buta
buta tanpa ada sebagian penglihatan Mu
yang engkau berikan sejak ajali dulu
buta tanpa ada sebagian penglihatan Mu
yang engkau berikan sejak ajali dulu
Tuhan
Sesungguhnya engkaulah sebab awal
karena sejatinya kami tiada tanpa ketetapan Mu
dalam kehampaan kami akan kehadiran Mu
dalam kebutaan kami melihat diri Mu
dalam ketiadaan kami tanpa Mu
akhirnya tiada ada kami tanpa Mu
karena sejatinya kami tiada tanpa ketetapan Mu
dalam kehampaan kami akan kehadiran Mu
dalam kebutaan kami melihat diri Mu
dalam ketiadaan kami tanpa Mu
akhirnya tiada ada kami tanpa Mu
masih bolehkah kami menawar Surga Mu
kami terlalu takut dengan Neraka Mu
bahkan kami takut meski sekedar bertanya
bolehkah kami seluruh manusia dikumpulkan di Surga saja
maaf Tuhan kami telah lancang
kami terlalu takut dengan Neraka Mu
bahkan kami takut meski sekedar bertanya
bolehkah kami seluruh manusia dikumpulkan di Surga saja
maaf Tuhan kami telah lancang
Sabtu, 18 April 2020
Hilang Arah
Kalau jendela mengabarkan mendung di luar
Aku sudah tak takut lagi pada petir
Sebab sebagian besar hidupku terlampau getir
Menyayat batin yang kian satir
Aku sudah tak takut lagi pada petir
Sebab sebagian besar hidupku terlampau getir
Menyayat batin yang kian satir
Sebuah dongeng membuai
Imanku jadi terbengkalai
Menangisi laku saja masai
Ragaku hilang di tengah badai
Imanku jadi terbengkalai
Menangisi laku saja masai
Ragaku hilang di tengah badai
Hari ini aku bernapas lega
Esok telah di gotong keranda
Lalu ditanya sang penanya
Gagu lah aku menjawabnya
Esok telah di gotong keranda
Lalu ditanya sang penanya
Gagu lah aku menjawabnya
Dari lubang tak bernama
Aku di giringnya ke padang macam sabana
Berjuta mata tampak merana
Tak menyapa, apalagi mengulurkan tangannya
Aku di giringnya ke padang macam sabana
Berjuta mata tampak merana
Tak menyapa, apalagi mengulurkan tangannya
Aku menonton pertunjukan
Dimana aku sebagai pemeran
Hinalah aku di hadapan Tuhan
Langkah kaki tak pernah sejalan
Dimana aku sebagai pemeran
Hinalah aku di hadapan Tuhan
Langkah kaki tak pernah sejalan
Dari padang luas, aku meniti jembatan
Di bawahnya api sebagai jilatan
Ragaku bergetar tak karuan
Adakah pantas aku mengharap ampunan?
Di bawahnya api sebagai jilatan
Ragaku bergetar tak karuan
Adakah pantas aku mengharap ampunan?
Mulutku di robek
Sebab ucapku selalu molek
Mataku ditusuk paku
Sebab pandangan tak pernah di belenggu
Sebab ucapku selalu molek
Mataku ditusuk paku
Sebab pandangan tak pernah di belenggu
Aku berjalan
Tapi kakiku menolak teruskan
Sebab bara api sebagai hamparan
Tapi kakiku menolak teruskan
Sebab bara api sebagai hamparan
Aku mendengar suara yang begitu memekakkan
Teriakan, isakan, bahkan gaungan penyesalan
Akupun demikian
Tapi jamuan belum selesai di hidangkan
Teriakan, isakan, bahkan gaungan penyesalan
Akupun demikian
Tapi jamuan belum selesai di hidangkan
Aku masih harus mendekam
Di samudra api terdalam
Tubuhku telah lelam
Tapi kemudian kembali macam sihiran
Di samudra api terdalam
Tubuhku telah lelam
Tapi kemudian kembali macam sihiran
Ya Rabbuna
Adakah ampun bagiku yang durhaka
Tak sanggulah menahannya barang sedetik saja
Membayangnya sudah pening kepala
Adakah ampun bagiku yang durhaka
Tak sanggulah menahannya barang sedetik saja
Membayangnya sudah pening kepala
Jumat, 17 April 2020
Aku dan Dewa Malam
Dekap hangat angin mengiringi sapa lembut sang rembulan
Menemani keheningan di gulita malam
Membawa kembali beribu kenangan
Yang berhias indah di antara bintang-bintang
Namun, jiwa ini terasa di permainkan sayang
Oleh tipu daya sang dewa malam
Apakah memang benar? Kalau ini semua bukan sekedar permainan?
Terkadang aku mulai ragu dengan arah jalanku
Dimana semua orang telah keluar dari malam
Menuju sang surya yang amat cerah dan tampak menawan
Bukan hanya kelam, yang kejam dan hanya menjanjikan kebohongan
Sang dewa malam menyangkal, Dialah sang pemberi kepastian
Dialah cahaya yang sebenarnya, tak perlu lagi di ragukan
Harapan, impian serta segala bentuk keinginan akan datang
Berjalan beriringan bersama sang dewa malam
Hati ini menolak!
Ia melihat keluar, dengan cahaya yang lebih besar
Sumber segala kehidupan, yang mengabulkan segala keinginan serta pemberi beribu harapan
Tapi tidak terlihat, tidak mampu melihat dan tidak ada yang di lihat
Kembali perdebatan dengan sang dewa malam terus terjadi
Sampai sang mentari mengintip, terpingkal-pingkal menertawai
Merebutkan yang sebenarnya bukan milik mereka
Merebutkan sesuatu yang tidak ada
Ya, Mereka nampak terlihat bodoh dengan kepandaiannya
Kamis, 05 Desember 2019
Genderisasi Anak Usia Sekolah: Apa Pengaruhnya Terhadap Kehidupan?
Seringkali
gender diartikan sebagai jenis kelamin. Hal ini merupakan pengertian yang telah
dipahami oleh masyarakat luas. Padahal pengertian kelamin dengan gender
sangatlah jauh berbeda. Makna jenis kelamin merupakan perbedaan fisik yang
didasarkan pada anatomi biologi manusia, terutama yang berhubungan dengan
fungsi reproduksi. Sedangkan pengertian gender merupakan pembedaan peran,
fungsi dan tanggung jawab antara perempuan dan laki-laki yang dihasilkan dari
konstruksi sosial budaya dan dapat berubah sesuai dengan perkembangan zaman.
Gender
merupakan analisis yang digunakan dalam masyarakat untuk menempatkan posisi
setara antara laki-laki dan perempuan. Jadi, gender dapat dikategorikan sebagai
alat yang digunakan untuk mengukur tentang pembagian peran antara laki-laki dan
perempuan yang dibentuk oleh prespektif masyarakat itu sendiri. Misalnya setiap
pekerjaan yang kasar adalah tugas lelaki dan pekerjaan rumah misalnya mencuci
baju dll merupakan pekerjaan perempuan.
Dalam dunia pendidikan, gender merupakan sesuatu yang
tidak dapat di hindari. Ada satu istilah dalam dunia pendidikan, yaitu bias
gender. Bias gender merupakan suatu perilaku mengunggulkan salah satu jenis
kelamin tertentu sehingga terjadi ketimpangan gender. Bias gender inilah yang
menjadi akar permasalahan ketimpangan gender. Hal ini dapat di minimalkan oleh
peran institusi pendidikan tersebut. Institusi pendidikan dianggap memiliki
peran yang sangat besar terhadap membentuk cara pandang dalam membentuk
berbagai ketimpangan gender di masyarakat.
Dunia pendidikan merupakan ranah yang berperan besar
terhadap kemajuan suatu peradaban. Akan tetapi, terjadi beberapa masalah yang
terjadi pada pendidikan di karenakan prespektif masyarakat yang telah terbentuk
akibat genderisasi. Berikut beberapa permasalahan gender yang terjadi pada
dunia pendidikan di Indonesia.
Akses
Akses
merupakan fasilitas pendidikan yang sulit dicapai. Indonesia merupakan Negara yang
sangat luas. Maka dari itu, pembangunan yang dilakukan masih belum dapat merata
hingga ke pelosok. Sama halnya dengan pendidikan yang masih terkesan ala
kadarnya di area pedalaman. Di tambah lagi dengan akses yang jauh dan sulit
membuat orangtua khususnya yang memiliki anak perempuan memilih untuk tidak
menyekolahkannya. Karena telah berpikiran anaknya akan di biayai oleh suaminya
nanti. Jadi, prespektif perempuan hanya akan bekerja di dapur masih sangat
melekat pada masyarakat seperti ini.
Partisipasi
Aspek
partisipasi mencakup faktor bidang studi dan statistic pendidikan. Kembali lagi
masalah kurang meratanya pendidikan menjadi faktor utama terhambatnya
pendidikan terhadap gender tertentu. Prespektif masyarakat bahwa wanita akan
bekerja di dapur, menjadikan para wanita tidak memiliki kesempatan sebesar
laki-laki untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Orangtua lebih memilih
mengutamakan untuk menyekolahkan anak laki-lakinya terlebih dahulu daripada
anak perempuanya. Hal ini terjadi karena khawatir terhadap perkembangan dan
juga masa depan anak laki-lakinya daripada perempuan.
Manfaat dan Penguasaan
Saat
ini, angka buta huruf lebih banyak di dominasi oleh para wanita. Sedangkan para
laki-laki lebih banyak menguasai berbagai keterampilan. Hal ini di sebabkan
oleh pendidikan sekolah yang lebih menonjolkan laki-laki dalam setiap kegiatan.
Misalnya saat memimpin upacaca, ketua kelas dan juga beberpa perlakuan yang
sengaja di bedakan. Secara tidak langsung, membentuk karakter dan juga
pembatasan terhadap gender dari laki-laki dan perempuan hingga masa depannya
nanti.
Dalam
dunia pendidikan, haruslah dilakukan perlakuan yang sama antara laki-laki dan
perempuan. Hal ini tidak berarti yang telah menjadi kodrat lelaki akan di
gantikan oleh perempuan. Akan tetapi, perlakuan dan pemberian porsi yang sama
dalam setiap hal. Dalam deklarasi hak asasi manusia pasal 26 dinyatakan bahwa
setiap orang berhak mendapat pengajaran, pengajaran harus mempertinggi rasa
saling mengerti, saling menerima, serta rasa persahabatan antar semua bangsa. Dalam
hal ini, dunia pendidikan memiliki tugas tidak hanya mencerdaskan generasi
bangsa akan tetapi, lebih besar dari itu yaitu membangun prespektif masyarakat
dalam memandang gender.
Kamis, 21 November 2019
Menuju Indonesia Emas 2045: Perlukah Inovasi Dalam Pendidikan?
Di Negara berkembang seperti Indonesia, pendidikan formal
menjadi salah satu tolak ukur keberhasilan seseorang. Ukuran keberhasilan
berpatokan pada tinggi atau rendahnya nilai yang didapat di sekolah. Paradigma seperti
itulah yang menjadikan pendidikan di Indonesia susah untuk berkembang, bahkan
bersain di dunia Internasional. Karena mental yang di bentuk ialah bagaimana
hasil akhir dalam pendidikan, bukan proses dalam menjalani pendidikan itu
sendiri.
Masalah tersebut di perparah dengan berbagai progam “coba-coba”
dari pemerintah. Pemerintah saat ini masih berusaha meraba-raba bagaimana system
pendidikan yang cocok di terapkan di Indonesia. Maka dari itu, terbentuklah
Kurikulum 2013 hingga kurikulum 2013 Revisi. Akan tetapi, masih sangat banyak human error yang terjadi. Entah itu dari
pihak siswa yang tidak mampu untuk mengikuti. Atau pihak guru yang tidak mampu
mengikuti serta menciptakan inovasi sesuai tuntutan zaman.
Lalu mau di bawa kemana pendidikan Indonesia? Padahal tepat
di tahun 2045 Indonesia akan mendapatkan bonus demografi. Dimana usia produktif
lebih banyak daripada usia yang tidak produktif. Dan generasi yang sangat di
tunggu, yaitu Generasi Emas. Yang seharusnya mulai diberikan bekal sejak saat
ini agar mereka mampu bersaing di era yang lebih modern tersebut.
Untuk menghadapi tren dunia tersebut, Bangsa Indonesia harus
segera menyiapkan diri. Melalui Kementrian
Pendidikan dan Kebudayaan pemerintah Indonesia telah memiliki peta jalan menuju
Generaasi Emas Indonesia tahun 2045 dengan menetapkan sasaran pendidikan dalam
tiga tahap, yaitu (1) tahap pertama (2016-2025), pembangunan pendidikan
terfokus pada peningkatan kapasitas satuan pendidikan dalam penyelenggaraan
pendidikan untuk seluruh lapisan masyarakat, (2) tahap kedua (2026-2035),
pembangunan pendidikan terfokus pada perwujudan manusia Indonesia yang mandiri,
jujur, adil, dan makmur dengan prioritas penguatan pendidikan karakter, dan (3)
tahap ketiga (2036-2045), pembangunan pendidikan terfokus pada peningkatan
taraf pendidikan rakyat Indonesia yang unggul dan berdaya saing Internasional
(Kemdukbud, 2018).
Untuk merealisasi berbagai tahap tersebut, di butuhkan metode
sebagai jalan mencapai tujuan. Beberapa metode khususnya dalam bidang
pendidikan telah banyak di kembangkan oleh para ahli. Salah satunya ialah
metode pembelajaran menggunakan Metode Hybrid
Learning atau Blended Learning. Sesuai
dengan namanya, blended learning merupakan metode pembelajaran yang memadukan
pertemuan tatap muka dengan materi online secara harmonis. Metode ini mendukung
siswa atau peserta didik untuk belajar menyesuaikan diri dengan perkembangan
zaman yang sangat pesat ini. Dengan adanya blended
learning, sekaligus melatih keterampilan 4C (Communication, collaboration, creative, critical thinking) sebagai
bekal menghadapi ketatnya persaingan global.
Blended learning merupakan tren belajar masa depan. Hal ini
di dukung dari berbagai faktor. Salah satunya ialah pergeseran bagaimana cara
orang mencari sebuah informasi. Orang- orang saat ini seakan bergantung dengan
mesin pencari google di saat ingin mengetahui sesuatu. Selain menghemat waktu, dengan
seperti ini di rasa sangat efisien karena tidak membutuhkan banyak tenaga untuk
belajar.
Belajar pun dapat dilakukan kapan saja, dimana saja, dan oleh
siapa saja. Lewat blended learning, seseorang dapat belajar dengan
interaktivitas yang mendekati belajar langsung dengan tatap muka. Bahkan dapat
dilakukan saat instruktur terpisah jauh. Tak hanya itu, seseorang dapat
mengatur jadwal sendiri dengan instruktur.
Dengan melakukan berbagai inovasi tersebut, tidak hanya
haasil akhir yang akan menjadi tolak ukur keberhasilan seseorang. Akan tetapi
proses yang terjadi akan lebih menjadikan pengalaman tertentu dari seseorang
tersebut. Dengan seperti itu, perlahan paradigma tentang nilai yang menjadi
tolak ukur keberhasilan seseorang akan berganti dengan bagaimana proses
seseorang tersebut dalam menjalani kehidupan. Karena di era Indonesia Emas
tahun 2045 bukanlah nilai yang menjadi patokan. Akan tetapi seberapa besar
pengalaman seseorang tersebut.
Selasa, 12 November 2019
Memupuk Karakter Sabar melalui Permainan Tradisional
Sabar
merupakan sebuah sikap menahan diri dari sesuatu yang tidak di harapkan. Dalam
Bahasa Indonesia sabar didefinisikan dalam dua makna. Pertama, sabar merupakan
tahan dalam menghadapi cobaan sehingga membuat manusia tidak ceoat marah. Kedua,
sabar merupakan sikap tenang, tidak mudah tergesa-gesa, dan terburu-buru.
Mennurut Ibnu Qayyim sabar ialah menahan diri dari keluh kesah dan rasa benci,
menahan lisan dari mengadu, dan menahan anggota tubuh dari tindakan-tindakan
yang mengganggu serta mengacaukan diri sendiri dan orang lain.
Sabar
merupakan karakter yang harus di tanamkan dengan kuat pada anak usia dini. Hal ini
bertujuan untuk membiasakan sang anak untuk tetap menahan dengan ikhlas apabila
ekspetasi berbanding terbalik dengan realita. Cara terdekat untuk menanamkan
sikap sabar pada anak ialah melalui permainan tradisional.
Banyak
sekali permainan tradisional yang dapat membentuk karakter sejak usia dini. Salah
satunya ialah Engklek. Engklek yang
nama aslinya ialah Sondah Mandah merupakan salah satu permainan yang di
adaptasi dari bahasa Belanda berarti Sunday Monday. Nama Sunday Monday karena 7
kotak yang di gunakan dalam permainan melambangkan 7hari dalam satu minggu.
Dalam
hubungannya dengan karakter sabar, peneliti UGM Subandi (2011) menyatakan ada 9
konsep sabar yaitu, 1) Pengendalian diri 2)Sikap bertahan dalam situasi sulit
3)Perilaku untuk menerima kenyataan 4)Sikap untuk berpikir panjang 5)Sikap
gigih atau tidak putus asa 6)Sikap tenang, tidak buru-buru 7)Sikap memaafkan
8)Sikap ikhlas 9)Sikap menahan emosi. Keseluruhan konsep tersebut dapat di
implementasikan melalui permainan tradisional khususnya engklek. Berikut penjabaran
secara rincinya:
1).
Pengendalian diri
Dalam
permainan engklek, anak akan berusaha sedemikian rupa mengatur dirinya sendiri untuk
terjaga tetap dalam kebaikan. Seorang anak harus berpikir ulang apabila ingin
melempar senjata. Mereka harus dengan cermat memperkirakan dan mengontrol
lemparan sehingga senjata dapat dengan tepat masuk kedalam kotak. Dalam hal ini
kontrol atau pengendalian diri sangat di butuhkan agar tujuan yang di inginkan
dapat tercapai.
2).
Sikap bertahan dalam situasi sulit
Dalam
pengertian ini, seseorang yang sabar harus memiliki sikap bertahan walaupun
dalam situasi sulit. Salah satu contohnya ialah di saat seluruh teman telah
mendapat rumah, maka akan kesulitan menjalankan giliran untuk jalan. Karena,
harus melewati rumah atau kotak dari pemain lain. Dalam hal ini di butuhkan
kesabaran serta berusaha untuk melawan dan bertahan dari segala macam kesulitan
yang ada.
3).
Perilaku untuk menerima kenyataan
Setiap
permainan selalu ada yang menang serta kalah. Dengan bersikap sabar, maka akan
muncul perilaku untuk menerima kenyataan. Kubler Ross menyatakan ada beberapa
tahan untuk menerima kenyataan antara lain denial,
anger, bargaining, depression dan acceptance. Sikap sabar yang di tunjukan
akan mempercepat seseorang menuju tahap acceptance
atau penerimaan terhadap kenyataan.
4).
Sikap untuk berpikir panjang
Sabar
dapat membuat seseorang berppikir panjang. Dalam permainan, di butuhkan
pemikiran logis. Bagaimana strategi ke depan agar dapat memenangkan permainan. Misalnya
memikirkan cara melempar harus berjinjit atau tahan nafas saat senjata di
layangkan. Seseorang dapat menjadi mendoktrin energi positif dengan adanya
sikap seperti ini. Namun, terkadang keputusan yang tercampur dengan emosi
menjadikan sikap ini luntur.
5).
Sikap gigih dan tidak mudah putus asa
Sabar
akan membentuk pribadi seseorang menjadi gigih dan tidak mudah putus asa. Dalam
permainan, tentunya selalu ada pemain yang tertinggal atau kalah. Dengan memiliki
sikap sabar, maka pemain yang kalah akan merasa terpacu untuk lebih optimis
serta gigih untuk berjuang membalik keadaan. Caranya dengan menyusun ulang
berbagai strategi yang ada. Dengan sabar akan membentuk seorang sosok yang
pejuang.
6).
Sikap tenang, tidak terburu-buru
Dengan
memiliki sifat sabar, akan membuat seseorang akan berhati-hati dalam mengambil
sikap. Sabar menjadikan kepribadin seseorang menjadi lebih tenang. Dalam permainan,
setiap pemain akan tetap tenang dalam menjalani permainan. Dengan tenang dan
tidak terburu-buru, perjalanan menuju kemenangan akan semakin jelas terlihat. Misalnya
dalam melempar, apabila terburu-buru arah lemparan tidak akan terarah. Maka, di
butuhkan ketenangan untuk dapat bermain dengan baik.
7).
Sikap memaafkan
Dalam
permainan, terkadang ada seseorang yang bermain curang. Di butuhkan kesabaran
untuk menunjukan sikap memaafkan dalam menyikapi hal tersebut. Sikap memaafkan
bukan berarti kalah akan tetapi untuk kebaikan sendiri. Salah satu contohnya
ialah apabila ada seorang pemain menjatuhkan dua kaki dalam satu kotak yang
bukan rumahnya. Akan tetapi ia tidak mau mengaku. Maka di butuhkan sikap sabar
untuk dapat memaafkan sehingga tidak akan terjadi hal yang tidak di inginkan.
8).
Sikap ikhlas
Sikap
ikhlas merupakan representasi dari kesabaran yaitu dapat menerima apapun yang
terjadi. Dalam hal ini menang kalah merupakan hal biasa. Maka dari itu, ikhlas
dan sabar akan membentuk individu yang luar biasa.
9).
Menahan emosi
Kesabaran
akan menjadikan emosi dari seseorang menjadi lebih stabil. Seperti yang telah
di jelaskan dalam poin-poin di atas, setiap ada kecurangan di haruskan sabar. Dengan
sabar maka emosi akan stabil sehingga membuat pemain lain nyaman untuk
melanjutkan permainan tanpa ada perselisihan yang berkepanjangan.
Banyak
sekali nilai-nilai dan juga makna yang terkandung dalam permainan tradisional.
Permainan tradisional juga dapat di jadikan sebagai media pembelajaran
sekaligus wadah untuk membentuk karakter generasi penerus bangsa. Memang tidak
dapat di pungkiri lagi, teknologi yang semakin pesat merambah berbagai sektor
hingga ke permainan anak menjadi tantangan tersendiri. Permainan tradisional
harus tetap di lestarikan karena inilah budaya asli bangsa Indonesia.
Sabtu, 09 November 2019
Punakawan: Sosok Teladan Yang Hampir Terlupakan
Indonesia
saat ini telah memasuki revolusi industri dunia ke-4 atau sering disebut
Revolusi industri 4.0. Segala sesuatu telah berbasis teknologi. Hingga pendidikan
saat ini telah di dominasi oleh teknologi. Namun, ada satu pendidikan yang
peraannya tidak dapat di gantikan oleh teknologi. Yaitu pendidikan karakter.
Saat
ini, dalam kurikulum 2013 Indonesia telah menggaungkan tentang pendidikan
karakter. Dalam artikel yang di rilis oleh laman Kemendikbud menyatakan terdapat
lima nilai karakter utama yang bersumber pancasila, yang mmenjadi prioritas
pengembangan gerakan PPK; yaitu religius, nasionalisme, kemandirian dan
kegotongroyongan. Masing-masing nilai tidak berdiri dan berkembang
sendiri-sendiri melainkan saling berinteraksi satu sama lain, berkembang dan
membentuk keutuhan pribadi.
Banyak
sekali jalan dan cara untuk membentuk karakter seperti di atas. Salah satunya
ialah dengan meneladani kembali makna dari tokoh-tokoh pewayangan. Bangsa
Indonesia dengan budaya yang sangat beragam telah mengajarkan tentang hakikat
manusia yang manusiawi. Sejarah bangsa
ini telah membuktikan bahwa nenek moyang kita berjuang mempertahankan
kemerdekaan bukan dengan bersikap curang atau permberian dari Negara lain. Akan
tetapi sangat ironis, saat nilai-nilai perjuangan tersebut sedikit demi sedikit
telah luntur. Padahal makna filosofis dari tokoh pewayangan mampu mengiringi
setiap erak langkah manusia.
Ketika
pendidikan menggaungkan pendidikan karakter, banyak dari tokoh pewayangan yang
sangat menginspirasi, menginspirasi karena budinya, belas kasihnya,
kebijaksanaannya serta kepemimpinannya. Dalam pagelaran wayang kulit pasti muncul
4 sekawan yang menjadi tokoh bijak, mulia, tak berpihak dan selalu berkata
benar. Mereka adalah tokoh Punakawan.
Punakawan
adalah 4 sekawan yang biasanya keluar di saat telah terjadi banyak kegaduhan. Mereka
berperan sebagai penengah. Punakawan dalam bahasa jawa di ambil dari kata Pana yang artinya tahu dan Kawan yang artinya ialah teman. Artinya
mereka tahu apa yang harus dilakukan saat membantu ksatria dalam dunia
pewayangan. Anggota Punakawan ada empat orang yaitu Semar yang berperan sebagai
ayah gareng, Petruk dan Bagong yang berperan sebagai anak dari Semar. Mereka
adalah cerminan kelompok orang yang tulus, sederhana menghibur di saat susah
dan memberikan nasihat kepada ksatria atau majikan mereka. Sering memberikan
solusi dengan jenaka dan tidak menyinggung perasaan, sehingga orang yang diberi
nasihat tidak merasa bahwa itu adalah sebuah kritikan.
Punakawan
adalah produk asli dari budaya Indonesia. Jika mencari tokoh Punakawan dalam
naskah Mahabarata yang berasal dari India, maka Punakawan tidak akan di
temukan. Punakawan ialah tokh pewayangan yang di ciptakan oleh seorang pujangga
Jawa. Slamet Mulyana menyatakan bahwa Punakawan pertama kali muncul dalam karya
sastra Gatotkacasraya karangan Empu Panuluh pada zaman kerajaan Kediri.
Sangat
penting bagi generasi muda untuk mempelajari bagaimana sosok Punakawan ini
menjalani kehidupan. Karena sangan banyak sekai pelajaran yang dapat di ambil
dari tokoh tokoh Punakawan ini. Berikut ialah beberapa penjelasan tentang
tokoh-tokoh Punakawan.
Semar
Semar bentuknya samar-samar dan mukanya pucat.
Karakter yang disimbolkan oleh wujud semar adalah kesederhanaan, kejujuran,
mengasihi sesama, rendah hati, tidak terlalu bersedih ketika mengalami
kesulitan, dan tidak terlalu senang ketika mengalami kebahagiaan (Achmad,
2012). Kesederhanaan sangat sulit ditemui di masa sekarang, banyak orang
hidup tujuan utamanya adalah material, makin banyak material yang didapatkan
atau makin kaya maka makin merasa hidupnya sukses dan bahagia. Namun ukuran
kebahagiaan tidak selalu ditentukan oleh materi, kesederhanaan dalam menjalani
hidup lebih diutamakan. Dengan kesederhanaan kita bisa merasakan berbagi dengan
orang lain, kita bisa merasakan nikmat yang diberikan Tuhan kepada kita, dengan
kesederhanaan mampu membuat kita tidak hidup selalu dengan tuntutan harus lebih
dari yang sekarang didapatkan secara materi dan tidak berat meninggalkan materi
dunia ketika tiba waktunya meninggal (Yuwanto, 2012).
Nala Gareng
Nala gareng merupakan tokoh
punakawan yang memiliki ketidaklengkapan bagian tubuh. Nala gareng mengalami
cacat kaki, cacat tangan, dan mata. Karakter yang disimbolkan adalah cacat kaki
menggambarkan manusia harus berhati-hati dalam menjalani kehidupan. Tangan yang
cacat menggambarkan manusia bisa berusaha tetapi Tuhan yang menentukan hasil
akhirnya. Mata yang cacat menunjukkan manusia harus memahami realitas kehidupan
(Achmad, 2012). Secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa Nala Gareng
menyimbolkan karakter hidup prihatin dalam menjalani kehidupan baik senang
maupun duka, dan selalu berhati-hati dalam berperilaku.
Petruk Kanthong Bolong
Tokoh petruk digambarkan dengan
bentuk panjang yang menyimbolkan pemikiran harus panjang. Nama Kanthong Bolong
menunjukkan kesabaran yang dalam (Achmad, 2012). Dalam menjalani hidup manusia
harus berpikir panjang (tidak grusa-grusu) dan sabar. Bila tidak berpikir
panjang, biasanya akan mengalami penyesalan di akhir. Konsep psikologi kognitif
menjelaskan bahwa saat mengalami masalah, manusia akan membuat suatu keputusan
untuk penyelesaian masalah. Saat berpikir panjang digambarkan dengan membuat
berbagai alternatif penyelesaian masalah dengan perhitungan kelebihan dan
kekurangannya. Dengan adanya alternatif penyelesaian masalah manusia bisa
mengambil keputusan yang tepat (Yuwanto, 2012). Sabar, menggambarkan penerimaan
terhadap apa yang sudah digariskan Tuhan setelah manusia berusaha, bukan hanya
sekadar pasrah menerima tanpa usaha. Istilah jawa nerimo ing pandum sering diartikan
bahwa pasrah menerima tanpa usaha. Arti ini keliru, nerimo ing pandum artinya
menerima apapun hasil dari usaha yang telah dilakukan karena manusia hanya bisa
berusaha dan berdoa tetapi Tuhan yang menentukan akhirnya.
Bagong
Bentuknya mirip semar tetapi hitam
gelap sehingga disebut sebagai bayangan semar. Karakter yang disimbolkan dari
bentuk bagong adalah manusia harus sederhana, sabar, dan tidak terlalu kagum
pada kehidupan di dunia (Achmad, 2012). Makna mendalam dari karakter Bagong
adalah tidak terlalu kagum dengan kehidupan dunia. Saat ini kehidupan manusia
termasuk di Indonesia mulai bergeser dari kehidupan kolektivisme dan
relationisme menjadi individualism yang sangat khas materialismenya. Kehidupan
dunia dengan harta dan jabatan menjadi target utama yang harus dicapai.
Karakter Bagong dapat menjadi model bahwa kehidupan dunia tidak abadi. Manusia
harus selalu belajar dari bayangannya yang memiliki makna manusia harus selalu
introspeksi diri dengan kekurangan atau kejelekan diri sendiri untuk memperbaiki
perilaku yang lebih baik. Bukannya selalu melihat kejelekan orang lain tanpa
melihat kekurangan diri sendiri sehingga diri menjadi sombong.
Pendidikan Indonesia yang saat ini telah berbasis CLIL yang harus mengintegrasikan
pembelajaran dengan budaya daerah dapat di sisipkan pendidikan melalui tokoh
Punakawan ini. Dengan memeladani sikap dan juga karakter dari setiap tokoh
punakawan, maka dapat di pastikan generasi penerus bangsa akan memiliki
karakter yang sangat kuat. Sehingga dapat bijak dalam segala hal terutama dalam
memanfaatkan teknologi. Dan dapat mengantarkan Indonesia menjadi Negara yang
mampu bersaing di dunia Internasional berbekal budaya lokal.




