Garudaku yang gagah perkasa, tak lagi mampu busungkan dada
perisai utamanya di runtuhkan oleh ateis ateis najis
di temani tikus-tikus terhormat yang sembunyi di balik simpul dasi
yang memutus kokohnya rantai pengikat negeri
Memang lucu negeriku, tak hanya sang Garuda
bahkan Banteng yang gagah perkasa di patahkan tanduknya
Dengan menebar isu sara, provokasi antar umat beragama
hanya satu tujuannya, Politik yang membuat rakyat semakin tercekik
Kembali ke Garuda yang semakin tak berdaya
Kini ia malah tak mampu mengepakkan sayapnya
Melihat anggota dewan duduk manis, tanpa peduli nasib rakyat yang semakin tragis
Duduk tertunduk meneteskan iler iler amis.
Dan sekarang aku semakin tak tega melihat sang Garuda
Ia telah kehilangan cakar tajamnya
Cakar tajamnya di curi tikus berjas rapi yang dihiasi simpul dasi
Si tikus gunakan untuk robohkan beringin keadilan
Menghunus ke bawah menumpas habis rakyat lemah
Menambah otoritas orang besar dan miliki pangkat jabatan
Oh sungguh malang Garudaku
Surabaya, 24 Oktober 2018

0 komentar:
Posting Komentar